Suatu hari di toko komputer

gw punya komputer yang ga bisa idup dan kayaknya gara2 memory ga cocok jadi daripada bulak balik tuker memory doang langsung gw bawa ke ratu plaza.

sampai sana gw masuk salah satu toko komputer dan gw ditemin sama teknisinya, “bang tolong cek dong, kayaknya memory nya ga cocok paka V-Gen, kayaknya bisa pake kingstone. bisa tolong cobain ga?” lalu komputer dengan segera dibawa oleh teknisi toko untuk diperiksa didalam dan waktu itu gw masih tunggu diluar. beberapa saat kemudian dia keluar dengan mengatakan “komputernya ga idup Pak, kayaknya video card nya nih”

lah tadi di rumah masih nyala, koq disini pedot? lalu dia nyambung “coba kebelakang sini Pak untuk lihat”. ya udah gw masuk dalam dan ke belakang.

bener juga ga nyala, lalu dia pasang video card lain ke komputer gw. eh nyala tuh. trus gw bilang “coba pasang lagi bang, soalnya emang suka kumat kayaknya. video cardnya kotor”

dipasang lagi ama dia, eh nyala tuh hehehe. nah ini komputer nyala memakai memory lama yang cuma 256, tapi pas diganti pakai memory 512 langsung ga mau idup. bingung kan? pedahal merek nya udah sama (deu ileeeh, merek)

nah disini yang kocak, abangnya bilang “lebih baik ditinggal dulu Pak, jadi saya enak nge-cek nya dan tahu apa masalahnya. tapi (dengan nada serius) perkiraan saya yang rusak power suply, motherboard, dan hard disknya Pak (menatap dengan serius)”.

….

situ nyuruh saya beli komputer baru di toko Anda yak! *whadhezigz*

anyway, gw bilang “sebenernya yang ga cocok memory nya bang, punya memory kingstone 512 ga untuk coba, soalnya yang bisa pake kingstone”

dia ambil memory kingston 512 dan pasang… eh nyala tuh

si abang, makanya dengerin kata saya… kan jadinya ga repot2 bulak balik pasang video card dan memory lainnya. hehehehe teknisi disuruh jualan gitu tuh jadinya

Komentar bertahan »

outlook 2007: berat saat mulai

ada yang pakai outlook 2007? siap siap untuk mengalami penurunan performa dari email manager yang satu ini. sudah banyak artikel yang membahas mengenai lamban nya dari outlook 2007 saat mulai dinyalakan. butuh waktu lama dari mulai load add-in sampai selesai download email.

gw mengalama hal tersebut tentunya, makanya gw tulis di blog :D

waktu itu setiap gw nyalain outlook paling ga butuh waktu 3-4 menit sampai dia bener-bener siap beroperasi (cukup waktu untuk bikin kopi? makan cemilan juga kali hehehe). lalu gw pake outlook juga untuk mengambil berita/artikel dari luar menggunakana RSS nya… jadilah tambah lama lagi (sempet buat baca koran lagi).

setelah itu gw dah ga sabaran lagi, lalu googling untuk memecahkan masalah ini.

ketemu 2 hal yg bisa mempercepat performa dari outlook saat start.

  1. ternyata outlook pada saat running awal me-load semua add-in yang aktif pedahal kita belum tentu memerlukannya. yang pasti gw ga pake dah add in ini. dimana kah add in ini? ikuti langkah berikut:
    • Tools > Trust Center > Add-Ins
    • pada menu utama Add-Ins lihat paling bawah ada “Manage: COM Add-Ins
    • tekan GO button
    • setelah itu un-check/non aktifkan fitur yang tidak diperlukan
    • bila tidak yakin googling lah fitur tersebut dan BACA!
    • setelah selesai tekan OK button
    • selesai dah
  2. RSS feed: waktu itu gw memenuhkan folder RSS gw dengan berita-berita yang penting bagi gw sehingga gw ga perlu membuka satu satu web/situs/portal untuk melihat berita/artikel. tapi hal ini malah menyebabkan penurunan performa dari outlook. it sucks i know, tapi gw lebih mementingkan untuk melihat email email dari client gw yg butuh jawaban cepat dari pada nungguin RSS feed selesai di download. jadi gemana dong? ya pakai 3rd party tool lah, banyak koq yang nyediain. mulai dari desktop application sampai web application.
    gw sendiri? pake Google Reader. malahan enak, bisa gw akses dari handphone gw :)

semoga bisa membantu bagi semua yang mempunyai masalah yang sama.

Komentar bertahan »

XL Speed dan eX-eL part 2

setelah memakai XL Speed dari ex-el kini saya merasa kecewa karena saya lebih sering dapetin GPRS nya dari pada 3G nya. pdahal loksi saya berada di fatmawati raya, dan kadang berada di antasari tapi kenapa dapetnya cuma GPRS doang… payah nih T_T

Komentar bertahan »

10 Resep Sukses Bangsa Jepang

diambil dari milis, beroriginal dari situs berikut: http://romisatriawa>http://romisatriawahono.net/2007/06/13/10-resep-sukses-bangsa-jepang/

artikel yang bagus, coba direnungkan sudah sampai manakah usaha kita dan mana yang belum? tampakanya item 2, 5, dan 6 belum gw kuasain :D

10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang.

Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang disekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untukmembangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh.

> 1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911
jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi [image: ;) ] ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

> 2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia
modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri,politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya
dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton
sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun
norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

> 3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat
terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong
harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naiksepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada
listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswa nya.

> 4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.
Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik
sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas
penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri
terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

> 5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total
produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan
industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric
yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

> 6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di
Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana
Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis diera kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

> 7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran
Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan <http://romisatriawa>http://romisatriawahono.net/2006/10/29/komik-pendidikan/>. Budaya baca orang Jepang juga didukung
oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).
Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

> *8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya
di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar
orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang
berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

> 9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

> 10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang. Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi
para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Komentar bertahan »

More reason to have FaceBook

udah pada tau facebook dong, sosial media ini udah beredar cukup lama dan mirip mirip lah dengan Friendster, Hi5, MySpace, etc… tp apa yang lebih dari FB ini?

interface designnya bo’. kalo lo udah merasa dewasa maka sosial media yang lo punya ga perlu aplikasi aneh-aneh yang nge-jreng kan :) well beberapa dari kita berpikir seperti itu dan mulai merasa pusing ngeliat sosial media yang penuh dengan aplikasi aneh2 dan warna warni.

FB mempunyai interface yang compact dan clean banget, ga maen macem2 dengan warna dan fontnya pun kecil2 aja jadi terkesan professional, paling ga itu yang gw rasa selama ini pakai facebook. untuk aplikasi nya ga kalah menariknya koq, malah lebih fun dari punya friendster. mulai dari yang entertaining sampai untuk pelaku bisnis.

Fitur yang ditawarkan untuk bersosialisasi juga keren punya. seperti contoh pada sharing foto disitu gw bisa kasih tau siapa saja yg ada didalam foto tersebut dengan memberikan tag pada suatu titik, dan apabila teman kita itu punya facebook maka fb akan secara otomatis kasih tau teman kita kalo kita baru saja upload foto yang ada dia. dan bila ada yang comment pada foto tersebut, teman kita yg ada dalam foto akan dikasih tau juga. asik kan.

masih banyak lagi fitur yang ditawarkan tp ga gw sebar disini lah, males nulisnya ;p

p.s. ada aplikasi yang gw bener2 lagi kerajingan. Elven Blood, sebuah online rpg game yang menuntut lo untuk berpetualang di dunia fantasi. salah satu keunikan dari EB yang bikin seru adalah lo ga bakalan bisa ngelanjutin petualangan lo kalo member lo cuma sedikit jadi mau ga mau lo harus invite temen lo. kalo temen lo ga cukup untuk ngelanjutin gemana? nah ini yang bikin keren. mau ga mau lo harus invite orang asing :D yup, di forumnya tuh banyak banget juga orang yang membutuhkan member untuk direkrut jadi party member.

bagi beberapa gamers kan ga suka untuk bersosialisasi, tp kalo pengen main terus ya harus dipaksa untuk kenalan dengan orang asing. disitu jadi kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang yang bener-bener kita ga tau. bahkan mau ga mau kita minta kenalan orang luar negri.

dan karena main ini gw jadi punya temen dari berbagai macam negara: Prancis, Switzerland, Singapore, Malaysia, USA, etc… keren kan.

sok atuh mulai berpetualang di dunia fantasi Elven Blood. seruuuuu

Komentar (2) »

21cineplex.com lelet

gw suka sih tampilan baru dari 21cineplex.com… tp koq kadang2 (lebih seringnya sih) lelet ya? apa yang men-akses sedang banyak kah jadinya lelet? berat di bandwidth server mereka kah?

jadi kadang2 suka ga sabaran nunggu buka halamannya. LELET! *hmph*

*tambahan* kalo diliat lagi 21cineplex.com lelet saat men-download content dari os.adelva.com, belom tau apa yang diambil.

Komentar bertahan »

XL Speed dan eX-eL

sekitar 2 minggu yang lalu dapet sms dari XL, “Layanan 3G CL kini hadir hingga 3x lebih cepat. setting modem anda dengan XLSpeed…”

dengan layan 3G dari XL yang biasa sebenarnya sudah cukup happy, well itu juga karena gw pakenya ga untuk buka web page yang berat-berat jadinya fine2 aja.

tapi penasaran juga pengen coba XL Speed ini. lalu gw set lah modem handphone gw dengan XL Speed. langsung tes dengan laptop, handphone sebagai modem.

hasilnya? WUIH mantep… kecepatan download bisa sampe 45kbps NICE ;)

gara2 beginian gw jadi sering browsing lewat handphone, smoga aja tagihan ga terlalu membengkak T_T

Komentar (2) »

mahal dikit asal awet

pelajaran yang mungkin sudah turun temurun diajarin ama sesepuh sesepuh dan orang tua. kita biasa liat mereka membeli barang seperti AC, kompor, mesin cuci, radio, dan sebagainya yang ber-merek dari pada barang yang ga jelas. sederhana alasannya “LEBIH AWET”

hal ini berlaku juga untuk gadget juga sih. hal paling baru saya alami adalah macetnya mouse PC dari rekan kerja. untuk alasan pengiritan kantor hanya membelikan mouse yang murah meriah, 20 ribuan ato 15 ribuan. sekali beli sih lansung banyak.

awalnya sih ga ada masalah. tapi setaun (ga nyampe malah) udah pade rusak ntu barang. yang klik buttonnya rusak lah, sensor gerak kacau, wheel ga bisa dimaenin.. weleh weleh..

bandingin dengan mouse logitech gw, udah nemenin selama 3 tahun lebih cing … dan ga ada keluhan sama sekali. mantep dah pokoknya.

wajar sih mahal untuk logitech ini, tp dengan mereka menjamin kelangsungan barang nya yang lama gpp deh mahal dikit.

Komentar bertahan »

tambah blog di wordpress

barusan gw cari cari gemana cara untuk tambah blog di wordpress untuk account yang sama. Pada awalnya gw masuk lewat phyxias.wordpress.com/wp-admin/ abis itu ngubek ngubek cepat. Ga ketemu.

abis itu nge-googling. eh ketemu, ternyata gampang.

ke wordpress.com lalu sign in dihalaman depannya. dan TRING … keluar nama blog, dibawanya ada tulisan “add blog”… jadi deh :D

gw bikin webphyxias.wordpress.com. ini untuk tulisan dalam bahasa inggris, semoga ada yang ngeliat ^^

Komentar (1) »

bosen dengan Windows Explorer?

Sudah bertahun tahun pakai windows tapi tidak ada perubahan signifikan pada file managernya, Windows Explorer. lama lama bosen juga euy. Yang ga gw suka dari Windows Explorer (WE – bukan Winning Eleven!!)? banyak mengambil memory sekali launch. nah kalo gw buka multiple WE, cuapee deee.

Lalu gw tanya ama temen gw, ada ga sih pengganti WE ini? terus dia nyaranin pake Total Commander. lalu gw download lah aplikasi ini.

dari segi tampilan dan warna sih old school berat, bisa sih di ganti-ganti font type dan warnanya… tp teuteup aja keliatan oldies hehe. Tapi dari sisi kegunaan dan pemakaian memory keren abissss. Bagi kalian yang pernah nge-gunain Norton Commander, aplikasi ini mengambil referensi dari aplikasi tersebut. jadi tampilannya mempunyai 2 window utama (split view). masing2 view mempunyai tab sendiri… keren kan hehehe.

kendala yang gw dapetin awalnya gw ga bisa nyari file dengan menekan huruf pertama dari file pada keywordtersebut kaya di WE. sebel juga ga bisa tapi gw cuekin aja, karena lumayan ringan nih aplikasi. Lama lama kaya gitu ga enak juga, akhirnya nyariin di optionnya. setelah mencari dengan seksama akhirnya ketemua juga, pada menu berikut: Configuration > Option > Operation dan pada kotak kanan ada “Quick Search (current dir)”. pilih “Letters” daaaaan TADAAAAAA bisa juga gw nyari file kaya di WE. SUEEEENENG BANGET ;p

oh iya, setelah nyari2 di Google untuk “best windows explorer” ada beberapa website yang review file manager seperti ini, dan kebanyakan bilang Total Commander Rocks !!!.

note:
sejak awal gw pake TC gw blom nemu shortcut untuk rename file kecuali dengan mengklik file yang ingin di-rename. rada rese sih, gw ga suka cara begini soalnya takutnya malah kebuka filenya. kalo filenya gede harus nungguin dulu kebuka… males kan.

well, not anymore. akhirnya nemu shortcut untuk rename dengan shift+F6. seneng juga sih tp dah keburu kebiasaan pake WE dengan menggunakan F2.

eh ternyata untuk assign F2 sebagai rename.

  1. klik Configuration > Options > Misc
  2. pada Hotkey, pull down menu dan cari F2
  3. pada Command browse content map cm_RenameOnly
  4. lalu klik tanda check (centang – kalo di indonesia ;p)
  5. selesai dah

sekarang dapat dengan senang rename pake F2 :D

Komentar bertahan »